31 Desember 2011

7 Hal Pemicu Terjadinya Kentut


 
Banyak orang yang merasa malu jika ketahuan kentut karena masalah perkentutan seringkali dinilai dari sisi etika dan kesopanan. Padahal kentut itu sehat karena menandakan sistem pencernaan dan usus yang berfungsi normal. 

Selama ini yang banyak diketahui orang, kentut dipicu dari makanan seperti kacang-kacangan, kedelai atau fast food yang merupakan jenis makanan penyebab flatulensi (perut kembung). Jika perut sudah kembung, tak berapa lama kemudian mungkin Anda akan mengeluarkan gas si kentut. 

Tapi bukan makanan saja yang bisa memicu buang angin alias kentut ini. Setidaknya ada 8 faktor yang mungkin menjadi pemicunya. Kentut itu sehat karena menandakan gerakan peristaltik usus hingga anus berjalan normal. Tapi kalau buang anginnya keseringan itu pertanda ada gangguan di perut. 

Pernahkah Anda mendengar seseorang harus menjalani operasi karena tidak bisa kentut? Jadi bersyukurlah kalau masih bisa kentut. Seperti dikutip dari Digg, ada 7 Hal Pemicu Terjadinya Kentut, yaitu : 

1. Naik Pesawat. 
Saat berada di lingkungan bertekanan udara rendah, gas yang terperangkap dalam tubuh akan terdorong ke luar sehingga Anda cenderung ingin kentut. 

2. Gigi Palsu Yang Dipasang Tidak Benar. 
Jika Anda punya gigi palsu tapi pemasangannya kurang pas, maka akan banyak udara yang terjebak di sela-sela gigi. Lalu ketika menelan, udara akan ikut masuk ke dalam tubuh dan memungkinkan terjadinya kentut. 

3. Anoreksia. 
Ketika tidak ada makanan yang masuk ke dalam perut, lama kelamaan usus bisa mengecil. Tak hanya gas yang terperangkap di dalamnya, tapi juga bakteri. Alhasil, orang anoreksia cenderung mengeluarkan gas (kentut) yang bau. 

4. Makan Permen Karet. 
Semakin banyak mengunyah permen karet, semakin banyak pula gas yang berada di mulut. Selain itu pemanis buatan yang ada di permen karet biasanya sulit dicerna tubuh sehingga menimbulkan gas. 

5. Mengisap Ganja. 
Sama halnya dengan mengunyah permen karet, mengisap ganja juga bisa memicu kentut karena banyak udara yang akan masuk melalui kegiatan inhalasi. 

6. Minum Bir. 
Bir bisa memicu pengeluaran gas dari 3 faktor, yaitu air, karbonasi dan alkohol. 

7. Kanker. 
Punya penyakit kanker, terutama kanker perut dan usus besar biasanya bisa menyebabkan pengeluaran gas atau kentut yang terus menerus.

Di Taipei Kotoran Anjing Bisa Ditukar Dengan Emas



Demi menggalakkan kebersihan di jalan umum, pemerintah kota Taipei, Taiwan, mengadakan undian berhadiah. Syaratnya, warga yang bisa menukar kotoran anjing terbanyak akan mendapat hadiah emas.

Untuk setiap kantong berisi kotoran yang diserahkan, mereka mendapat tiket lotere yang akan diundi. Dalam undian yang digelar Rabu, 7 Desember, seorang wanita berusia 50 tahunan berhasil mendapatkan hadiah sebuah batang emas senilai USD 2.200 atau sekitar Rp 20 juta.
Wanita tersebut merupakan bagian dari relawan lingkungan yang membantu membersihkan jalanan, termasuk mengambil kotoran anjing. Batangan emas yang lebih kecil, seharga ratusan dolar diberikan kepada empat pemenang lainnya. Secara keseluruhan, ada 85 pemenang dalam undian tersebut. Selain emas, pemenang juga mendapat hadiah berupa perlengkapan rumah tangga.

Program undian tersebut telah dimulai sejak Agustus dan awalnya berakhir Oktober. Namun karena respon masyarakat tinggi, jadwal akhir pengundian pun diundur. 4000 orang berpartisipasi dengan mengumpulkan 14.500 kantong kotoran anjing.

Kotoran anjing cukup berbahaya bagi lingkungan terutama jika disentuh anak-anak. Kotoran tersebut mengandung bakteri termasuk infeksi cacing pita atau toxocariasis.

6 Fakta Seputar Sabuk Pengaman

Salah satu fokus dalam keselamatan berlalu lintas adalah adanya keamanan dalam kendaraan itu sendiri. Alat pengaman yang utama dalam sebuah kendaraan adalah sabuk pengaman. Menurut data dari National Highway Traffic Safety Administration(NHTSA), sabuk pengaman menyelamatkan lebih dari 13.000 nyawa dalam satu tahun. 

Selain fakta tersebut, ada beberapa fakta lain mengenai penggunaan sabuk pengaman, yaitu:

1. Sabuk pengaman merupakan alat keselamatan yang paling efektif jika terjadi kecelakaan. Dari tahun 2004-2008, sabuk pengaman menyelamatkan lebih dari 75.000 nyawa.

2. Airbag didesain untuk melengkapi sistem keselamatan sabuk pengaman, bukan untuk menggantikan. Faktanya, jika tidak menggunakan sabuk pengaman, airbag dapat menjadi penyebab kematian.

3. Enam dari sepuluh anak-anak yang meninggal dalam kecelakaan mobil tidak menggunakan sabuk pengaman.

4. Biaya yang dikeluarkan jika terjadi kecelakaan, akan menyusut 50 persen jika sabuk pengaman digunakan dengan benar.

5. Persentase kematian pengendara yang tidak menggunakan sabuk pengaman, membuat Amerika Serikat harus mengeluarkan dana sekitar US$ 18 juta atau sekitar Rp 110 miliar tiap tahunnya.

6. Dengan hukum yang jelas dan ketat, penggunaan sabuk pengaman dapat meningkat 10-15 persen.